Sebagai mahasiswa tahun akhir sudah sewajarnya jika banyak yang bertanya kapan wisuda? Udah semprop? Udah selesai kuliahnya? Kapan nyusul kawan-kawan yang lain? Bagi sebagian mahasiswa tahin akhir itu adalah pertanyaan yang sangat mengerikan, sensitifnya keluar klau ditanya perihal wisuda, apalagi sudah partai tua (partu).
Namun bagi saya pertanyaan itu tak ubahnya hanya seperti angin lalu saja. Tidak berkesan dan tidak begitu memikirkannya. Kenapa? Ya yang saya takutkan atau khawatirkan adalah bukan mengenai wisudanya, lebih kepada apa yang akan dilakukan selesai wisuda? Pertanyaan itulah yang sulit saya jawab, hanya bisa menerawang dan berkhayal untuk menjawabnya.
Suatu hari saya rindu pulang ke kampung halaman. Setibanya dirumah, memang tidak lepas dari kapan wisuda. Jika pertanyaan itu dari orang tua, pastilah Mereka sangat ingin melihat anaknya wisuda. Saya menjawab Insya Allah dalam waktu dekat, sekarang sedang mengejar menyelesaikan proposal. Kemudian saya menyampaikan niat untuk merantau ke tanah jawa usai wisuda nanti untuk mencari apa yang disebut dengan "Pekerjaan". Ortu perempuan langsung menjawab, "janganlah jauh2, kalau bisa di padang ini saja".
0 komentar:
Posting Komentar